Kamar Bersalin...
"Mbak, kalau bersalin disini, kira-kira berapa ya biayanya?" tanya seorang ibu terhadap salah satu calon bidan di kamar bersalin.
"Nanti ya, Bu saya tanyakan ke Bidan yang piket,"
"Iya, Mbak, soalnya suami saya cuma tukang parkir!" lalu terdiam. Menunggu.
"Sekitar 700-an Bu, itupun kalau Ibu melahirkan secara normal," sang Ibu terdiam kembali, "Untuk itu, Bu, Ibu harus menurut kalo kami bilang mengejan Ibu mengejan, kalo belum saatnya Ibu jangan mengejan,"
"Iya, Mbak..."
Beberapa jam sebelum persalinan,
"Pak, untuk persalinan Ibu dibutuhkan underpad untuk mengalasi Ibu, tapi biayanya berbeda, Pak, sekitar 50 ribuan, "
"Mbak, kalo saya ambil kain di rumah dulu, gimana?"
"Oh, Iya, Ndak papa, sebelumnya Bapak tanda tanganin ini dulu, prosedur perawatan,"
"Nanti ya, Mbak. Sebelum saya pastikan memang akan melahirkan disini,"
Tersenyum. Terdiam.
Sang Bapak kembali, sambil membawa uang recehan yang dibungkus plastik.
"Ini cukup nggak, ya Mbak?"
Kami terdiam, ngilu...
"Mbak, kalau bersalin disini, kira-kira berapa ya biayanya?" tanya seorang ibu terhadap salah satu calon bidan di kamar bersalin.
"Nanti ya, Bu saya tanyakan ke Bidan yang piket,"
"Iya, Mbak, soalnya suami saya cuma tukang parkir!" lalu terdiam. Menunggu.
"Sekitar 700-an Bu, itupun kalau Ibu melahirkan secara normal," sang Ibu terdiam kembali, "Untuk itu, Bu, Ibu harus menurut kalo kami bilang mengejan Ibu mengejan, kalo belum saatnya Ibu jangan mengejan,"
"Iya, Mbak..."
Beberapa jam sebelum persalinan,
"Pak, untuk persalinan Ibu dibutuhkan underpad untuk mengalasi Ibu, tapi biayanya berbeda, Pak, sekitar 50 ribuan, "
"Mbak, kalo saya ambil kain di rumah dulu, gimana?"
"Oh, Iya, Ndak papa, sebelumnya Bapak tanda tanganin ini dulu, prosedur perawatan,"
"Nanti ya, Mbak. Sebelum saya pastikan memang akan melahirkan disini,"
Tersenyum. Terdiam.
Sang Bapak kembali, sambil membawa uang recehan yang dibungkus plastik.
"Ini cukup nggak, ya Mbak?"
Kami terdiam, ngilu...
*****
Bangsal Kandungan dan Kebidanan..
Seorang pasien, 45 tahun dengan Blighted Ovum (rahim kosong--Informasi langsung ngelink aja).
"Sudah punya putra berapa, Bu?" saat follow up sabtu pagi.
"Tiga, mas.. Ini yang jaga yang ketiga, " Sang Ibu ditungguin bocah SD kelas 5 SD.
"Anak pertama dan kedua usia berapa, Bu?"
"Anak pertama setelah melahirkan meninggal, Mas. Nah kalo yang kedua baru SMP!"
"Sudah siap untuk kuret, Bu?"
"Siap, mas.. "
Selang beberapa jam, si Ibu mengalami pre-shock, mukanya sudah pucat, tekanan darahnya sudah menurun, nadinya mulai lemah. Ibu kemudian dipindahkan ke ruang tindakan.
Sang anak menunggu di depan ruang tindakan. Sambil dengan muka cemas, dan pandangan menerawang.
"Ayahmu mana, dik?"
"Di Jakarta, Mas'"
"Ndak ke Salatiga?"
"Baru 12 hari, Mas. Biasanya Bapak baru pulang setelah dua bulan,"
Terdiam. Kelu.
"Mas, Ibu katanya perdarahan lagi," ujar sang anak sambil dengan perasaan khawatir.
"Mas Koas, bilang sama dr. A, pasien kuretnya pre-shock dan sekarang udah perdarahan lagi,"
Setelah proses kuret, sang dokter bilang,
"Ibu ini harus ditransfusi 1 kolf,"
"Iya, dok..."
Kami bingung siapa yang akan mencarikan darah untuk si Ibu, sementara yang jaga masih dibawah umur, kakaknya juga hanya berstatuskan siswa SMP.
"Dik, di Salatiga ada saudara ndak?"
"Ndak ada, mas.. " Dia terdiam, "Tapi, kayaknya sih ada, mas.. Cuman, Ibu yang tahu.."
Sementara sang Ibu masih dalam kondisi tertidur setelah anastesi.
*****

